Wisata Spiritual Pura Dalem Sakenan


Harmonisasi Refleksi Transenden dalam Wisata Spiritual Pura Dalem Sakenan

Suasana Hari Raya Kuningan terasa benar di Pulau Dewata, salah satunya seperti yang terjadi di Pura Dalem Sakenan. Pura yang terletak di Pulau Serangan, Desa Serangan, Denpasar Selatan ini ramai dikunjungi masyarakat yang bersembahyang. Biasanya piodalan di Pura Sakenan berlangsung pada Sabtu Kliwon, yang bertepatan dengan hari raya kuningan.




Menurut sejarah Siwa Buddha, istilah Sakenan ini berasal dari kata Sakyamuni yang merupakan nama asli dari Sidartha Gautama. Pura ini pada mulanya menjadi tempat bagi mereka yang memohon kesejahteraan hidup (tempat karma subak, memohon berkah Tuhan). Pura ini pun dikisahkan sebagai pusat kekuatan spiritual bagi raja-raja Bali dan Jawa yang berkuasa selama berates-ratus tahun lamanya. Kini, lokasi di sekitar Pura Sakenan telah berkembang, khususnya dari sisi wisata bahari. Masyarakat sekitar yang bermatapencaharian sebagai nelayan, pedagang dan petani ini memanfaatkan dan mengolah kekayaan alam, salah satunya rumput laut. Bertandang menuju Pura Sakenan, akan menemukan banyak rumput laut yang dijajakan oleh warga sekitar.

Sebagai sebuah tempat suci, Pura yang didirikan di tepi laut selatan di wilayah Desa Serangan ini pun dinamakan Parahyangan Dalem Sakenan (Pura Dalem Sakenan).Pura ini dibangun oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakretha dan didirikan dengan konsep swamandala yang terdiri atas pelinggih-pelinggih dengan beberapa bangunan di dalamnya. Pura ini terdiri atas dua pelebah, yakni Pura Dalem Sakenan dan Pura Pesamuan/Penataran Agung Sakenan. Ada tiga halaman (trimandala) di dalamnya, yakni utama, madya dan nista mandala yang masing-masing halaman dibatasi oleh tembok keliling. Masuk ke area utama mandala, akan terlihat candi sejumlah pelinggih, seperti candi, bale tajuk, bale pesandekan dan apit lawang.

Terletak di sekitar lokasi pariwisata menjadikan Pura yang satu ini sebagai salah satu destinasi wisata spiritual yang dikunjungi masyarakat di Bali.  Bukan hanya sebagai tempat yang dikunjungi karena memiliki daya tarik, wisata spiritual ini pun kian menjadi salah satu refleksi transenden yang harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta.




Comments