Selamat Malam, Tuhan....

Mungkin kadang terlupa, bahwa kita hanya perlu diam sejenak dalam hantaran doa dan menyapa Dia yang kita sembah dengan beragam cara, “Selamat Malam, Tuhan.”

Malam ini, ketika hanya tersisa sebongkah kerinduan, saya hampir kehabisan semangat untuk menjalani setiap detak yang melaju pada waktu.Tuhan baik sekali, tanpa tahu bagaimana caranya, Dia selalu mampu membuat saya bertemu pada mimpi-mimpi yang semula hanya terangkai di dunia idea.



Sampai pada satu titik, kadang merasa diri ini sudah terlampau sering meminta tanpa pernah bersyukur pada nikmatnya. Seolah merasa tidak pernah berbuat adil pada Tuhan, pada semua yang pernah Dia berikan sepanjang saya menghabiskan jatah oksigen di dunia.


“Tuhan mana ya? Saya lagi sedih, nih…”
“Saya mau minta sesuatu nih sama Tuhan, semoga lekas dikabulkan.”
“Tuhan, boleh nggak saya balik lagi aja ke masa lalu. 
Saya ngerasa nggak cocok di sini.”

Beberapa kalimat di atas adalah hasil perbincangan saya bersama Tuhan setiap kali saya bersujud padanya. Setiap kali sedih, saya mencari Tuhan. Setiap ingin meminta sesuatu, saya pun merengek pada Nya. Setiap kali merasa tak mampu menjalani keadaan, saya mengaduh pada Nya. 

Hingga saya tersentak dan kian merasa, betapa saya belum sempat mengucapkan terimakasih padaNya.

“Tuhan kenapa baik banget sih? Saya minta ini dikasih, minta itu dikasih. Sementara udah dapat apa yang dikasih, saya malah mau kembaliin semuanya. Balik lagi ke masa-masa sebelumnya.”


Terkadang kita hanya perlu kehilangan, untuk tahu betapa berartinya sesuatu. So, untuk kalian yang saat ini sedang mengeluh tentang kemacetan Jakarta, percaya deh ada banyak kok orang-orang di pulau lain yang lagi iri dan kangen banget sama ibukota yang satu itu.

Kalau ada yang masih ngeluh tentang meeting sana sini, lingkungan kerja yang nggak asik, teman dan atasan kantor yang nggak seru… percaya deh, ada banyak orang yang saat ini lagi kelimpungan nyari kerjaan baru. 

Well, terkadang kita hanya perlu belajar untuk tahu bagaimana caranya bersyukur. Sementara tangan dan kaki sibuk melerai keadaan yang sering tidak bersahabat, maka otak dan hati sedang minta untuk diistirahatkan untuk sesekali mengucap syukur dan berdamai dengan kondisi.

Terimakasih atas keheningan yang menyapu bingkai kehidupan, atas batin yang terjaga pada setiap jiwa yang bernaung di bawah kaki langit. Terimakasih atas setiap nafas yang kian terhembus tersapu desir angin yang merentang masa, serta untuk semua hal disekeliling yang kian menua pada lamban rentang waktu. Terimakasih untuk selalu hadir pada setiap helai penceritaan, wahai Hyang Esa Tunggal, Tuhan, Allah, Sang Maha, An Nur, serta semua penamaan yang mengarah padaMu. 

Selamat Malam, Tuhan.



Photo credit: *Muhammad* via VisualHunt / CC BY


Comments