Men, You are What You Manage


Men, You are What You Manage

Sanur, 20 Oktober 2013

Pernah dengar ungkapan bahwa kita nggak bisa melihat kedewasaan orang dari umurnya semata? Exactly, hal itu sekarang yang kelihatan banget di depan mata saya.

Ada satu sosok yang sukses bikin saya bengong sejenak. Sosok sederhana, bahkan terlampau sederhana yang awalnya saya pikir sedikit lebih tua, atau seumuran, atau paling tidak setahun lebih muda… and guess what? Dia ternyata seumuran adek saya (jangan tanya berapa tahun beda rentang usianya).

Usut punya usut, rupanya dia anak pertama, lho. Hm, mungkin tempaan hidup yang bikin dia terlihat dewasa.

Well, setiap orang pasti punya cara tersendiri untuk melihat sikap orang lain, dan saya tampaknya cukup peka dengan hal itu. Well, balik lagi ke standarisasi subjektif setiap individu lho, ya. Tapi buat saya pribadi (ada kaitannya dengan travelling):

“Cowok yang teruji bisa bikin manajemen perjalanan, mau repot sana sini cuma demi kesuksesan sebuah perjalanan, mau ribet ngatur ini itu untuk prepare perjalanan, peduli sama rekan perjalanannya dan nggak cuma sama diri sendiri…. Tingkat KEDEWASAAN dan ketampanannya meningkat 99%.”

(ini menurut saya pribadi lho, ya)

Balik ke sosok yang saya bilang sebelumnya, ternyata di usianya yang terbilang masih lebih muda dari saya itu, dia terlihat dewasa bukan hanya karena dia anak pertama, tapi karena sikap dan caranya memperlakukan orang sekitar, and yes… cara dia bikin manajemen perjalanan bersama tim nya.

Saya jadi ingat respon salah seorang teman saat saya mengutarakan tentanng cara saya melihat bentuk kedewasaan seseorang. Dia langsung menimpali,

“Mendingan lo cari cowok yang profesinya TRAVEL GUIDE gih sana.”

Haha, iya juga sih. Ah, tapi saya punya alasan kenapa menurut saya cowok yang bisa bikin manajemen perjalanan itu masuk kategori cowok DEWASA dan menarik. Well, at least lumayan reasonable lah. Begini maksudnya: Mereka yang terbiasa atau sedang mencoba untuk bikin manajemen perjalanan yang baik, bisa kelihatan beberapa hal.

Pertama, gimana mereka bisa bertanggung jawab untuk bisa bikin semua hal jadi lancar (from A to Z). Kedua, Bisa dilihat gimana mereka care/peduli nggak sama teman-teman perjalanannya. At least nggak hanya mementingkan diri sendiri, tapi mementingkan orang lain. Nggak sibuk mikirin diri sendiri udah makan atau belum, tapi mikir gimana caranya teman-teman yang lain juga bisa ikutan makan. Ketiga, di saat-saat genting dan mesti ambil keputusan, apa mereka bisa memutuskan sesuatu dengan kepala dingin, tanpa bikin keadaan jadi tambah panik dan runyam. And last but not least, mereka yang bisa meng-handle sebuah perjalanan dengan tim nya itu bukan orang yang sok-sok an mengaku jadi leader dan bisa seenaknya nyuruh-nyuruh lho ya. Tapi mereka yang rendah hati mau ngelakuin hal-hal demi kepentingan orang banyak.

Finally, ini pure subjective lho ya. Setiap orang pasti punya karakteristik untuk melihat sisi kedewasaan dan menariknya orang lain.

Comments