Liquid Photography at Infinity Gallery, Ubud

Euforia Ubud Writer Festival yang dimulai sejak 12-15 Oktober lalu terasa benar, termasuk di salah satu
galeri lukisan, Infinity Gallery. Berlokasi di jalan monkey forest, Galeri lukisan ini menjadi salah satu tempat pameran dalam serangkaian acara Ubud Writer Reader Festival 2013.

Ruangan sederhana bertransformasi dengan kesan artistik yang melekat. Beberapa lukisan yang terpampang di dinding menjadi sorotan yang enggan membuat mata teralihkan. Partisi yang terbentang di tengah ruangan pun menambah daya tarik pameran yang berlangsung hingga akhir Oktober ini.







Soft Re-entry
Giclee on Canvas. Plain water
Background: Cotton Fabric

Menariknya, semua art yang dipamerkan di Infinity Gallery ini adalah ultra high speed flash photography dari gerakkan cairan. Apa yang dilihat oleh pengunjung adalah sesuatu yang real, bukan hasil edit komputer. Infinity Gallery sukses menghadirkan nuansa baru dari hal-hal yang dekat sekali denan sekeliling kita, seperti gambar cairan dalam aktivitas yang dilakukan saat sedang menuangkan air ke dalam gelas, mencuci bahkan saat hujan.

Deep Dark
Giclee on Canvas. Plain water
Background: Bird of Paradise



Ada banyak hal yang terjadi pada cairan/liquid yang ada di sekeliling kita dan terjadi begitu cepat, hingga tidak tertangkap oleh mata manusia, dan Infinity Gallery justru menghadirkannya dalam nuansa yang berbeda. Sebuah Pameran fotografi. Infinity menawarkan keindahan dari penampakan natural lensa kamera yang dituangkan ke dalam kanvas. Sebuah hal yang unik, ada hasrat terhadap penciptaan rasa dan menyediakan sebuah infinite fascination. This is truly art.


 THE ARTIST
Sosok di balik pameran fotografi yang digelar di Infinity Gallery kali ini adalah Stephan Max Reinhold. Pria yang berasal dari Kanada dan kini menetap di Bali ini mulai menyukai fotografi sejak usia 9 tahun (saat pertama kali diberikan kamera oleh ayahnya yang juga sang fotografer). Masa-masa SMA ia isi dengan bekerja paruh waktu di toko kamera di Edmonton. Pria yang pernah menempuh studi Hukum di Calgary ini sempat istirahat sejenak dari hobi fotografinya ketika berusia 20 tahun. Namun, saat digital camera mulai marah, ia pun melanjutkan kembali hobinya dan mulai menjual ‘art photography’ buatannya.





Tuning In
Plain water
Background: Art Paper



Airborne Painting
Plain water
Background: Back Lighting with gel filter



Infinity Gallery, Ubud


Spesification

Jenis kamera         : Canon 1Ds Mark II with 16,7 million pixels
Lensa                    : 180 mm f3,5 macro lens
Flashes fire            : 1/15,000 of a second
Printing                 : Epson 9980, onto Epson Premium Art Canvas




Comments