Mengintip Oase dari Penatnya Ibukota Melalui Air Terjun Cibeureum, Cibodas, Jawa Barat


Air terjun Cibeureum menjadi salah satu trip yang dibuat super mendadak oleh AADT (Arung Alam Dekati Tuhan). Berawal dari ajakan mengisi weekend super singkat di kamis malam, dan jumat malam pun kami berangkat menuju Cibodas. Berangkat dari Terminal Kp Rambutan hingga kami tiba di Kebun Raya Cibodas sekitar pukul 2 pagi. Malam itu, gelapnya langit terhiasi hamparan bintang dalam kerlip yang terekam di benak.

Kami beristirahat di warung yang ramai di sekitar tempat parkir Kebun Raya Cibodas sambil menunggu pagi. Setelah sarapan, kami memulai perjalanan ke arah pintu masuk, mengikuti jalur pendakian gunung Gede Pangrango. Melewati gapura Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan meniti tangga untuk tiba di pos pemeriksaan pendakian Cibodas.



Kawasan hutan yang dilewati terlihat sejuk dan sangat asri, menghirup udara segar menjadi pilihan yang pertama kali saya lakukan setibanya di sini. Seolah penatnya kesibukan di Ibukota menjadi hal-hal yang perlu dihentikan sesegera mungkin. Melanjutkan perjalanan, dan kami pun tiba di Telaga Biru yang konon warna airnya bisa berubah-ubah karena adanya pengaruh dari tanaman ganggang yang tumbuh di dasar danau.

 

Akhirnya kami tiba di Jembatan Kayu yang terpasang di jalur Cibodas, jembatan yang selalu membuat saya tersenyum saat melihatnya. Saat pertama kali mendaki Gunung Gede melalui jalur Cibodas, jembatan yang sudah mulai rusak dan terlihat kurang terawat itu telah mencuri perhatian saya. Kini, tidak perlu khawatir karena jembatan yang berada di atas Rawa Gayonggong itu telah diperbaiki dan sudah terlihat jauh lebih bagus dari sebelumnya.





Setelah melewati jembatan, perjalanan dilanjutkan dengan kembali menapaki jalan berbatu untuk tiba di Panyancangan Kuda. Untuk menuju air terjun ciberem, bisa mengambil arah ke kanan, sedangkan arah lainnya menuju ke puncak gunung. Dari sini, lintasan berbatu akan terasa menurun serta mulai terdengar gemericik air pertanda lokasi tujuan sudah semakin dekat.

Trekking kali ini cukup ramai, mungkin karena kami memilih waktu di akhir pekan. Beberapa orang sepertinya banyak yang ingin menuju ke Air terjun yang berada di ketinggian 1.675 mdpl tersebut.  Setibanya di Air Terjun Ciberem, kami disambut dengan area terbuka dengan batu-batuan besar di sekitar lokasi air terjun. Perjalanan selama 2-3 jam ini pun terasa santai dan tidak terlalu melelahkan, terbayarkan dengan sejuknya udara serta pemandangan sepanjang air terjun yang mengesankan.

Lokasi yang tidak terlalu jauh dengan waktu tempuh untuk trekking yang singkat membuat Air terjun Ciberem seperti oase di tengah padatnya aktivitas di Ibukota. Ini bisa jadi pilihan santai untuk siapapun yang ingin rehat sejenak, mengintip suasana lain di balik pinggiran ibukota. Selamat menikmati alam, dan selamat mendekat pada Tuhan. 



Comments