Psikologi Tarot Tawaran Alternatif Konseling

  Psikologi Tarot Tawaran Alternatif Konseling

Bagaimana reaksi Anda saat mendengar tentang tarot? Sedikit memicingkan mata sambil membayangkan seorang cenayang dengan busana ala gypsi yang sedang menerawang seseorang/penanya dengan tumpukkan kartu di hadapannya? Mungkin tidak sedikit juga dari Anda yang masih mengaitkan Tarot dengan mistis, tahayul, atau ramalan semata. Inilah yang ingin diutarakan oleh Leonardo Rimba dan Audifax dalam bukunya Psikologi Tarot. Melalui pendekatan psiko analitik Carl Jung, Leonardo yang pernah menuntut ilmu di Universitas Indonesia dan Pennsylvania State University ini ingin menghadirkan pandangan yang sering terabaikan tentag tarot, yakni melalui perspektif ilmu pengetahuan, khususnya psikologi. Bersama rekannya, Audifax seorang peneliti di SMART Human Research & Psychological Development, Leonardo ingin mengungkapkan bahwa dalam mempelajari tarot tidak memerlukan kesaktian atau klenik tertentu. Sebaliknya, yang dibutuhkan hanya keterbukaan mengenai Yang-Lain (Liyan) hal-hal yang tidak tertangkap oleh keterbatasan kognisi manusia, yang oleh Sigmun Freud dijelaskan dalam konsep ‘Alam-Bawah-Sadar’.

Kolaborasi antara Leonardo sebagai Ahli Tarot dengan Audifax sebagai penulis dan peneliti semakin menunjukkan hal lain yang seringkali terpinggirkan, salah satunya tentang dunia yang dipenuhi simbol-simbol dan hadir dengan pesan tertentu. Dalam kehidupannya, manusia adalah makhluk yang mengonsumsi simbol, tanpa sadar setiap hari manusia bertemu dengan simbol, seperti pada iklan, gerakan tubuh, tayangan televisi, logo, hingga spanduk dan banner di jalan raya.

Baca selengkapnya... CLICK HERE

Comments