Pesona Hutan Pinus Menuju Ketinggian 3.078 Mdpl, Gunung Ciremai

Pesona Hutan Pinus Menuju Ketinggian 3.078 Mdpl, 
Gunung Ciremai


Perjalanan akhir tahun lalu (2012) akhirnya berlabuh pada Gunung Ciremai yang terletak di tiga kabupaten, yakni Cirebon, Kuningan dan Majalengka. Gunung yang memiliki ketinggian 3.078 Mdpl dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai ini adalah destinasi kedua yang dijalani bersama tim Arung Alam Dekati Tuhan (AADT) setelah sebelumnya kami bersama meniti Gunung Papandayan. Kawah Ganda yang ada di Gunung Ciremai ini juga terlalu sayang untuk dilewatkan. Pada ketinggian sekitar 2.900 Mdpl terdapat bekas titik letusan di lereng selatan yang dikenal dengan sebutan Goa Walet.

Basecamp-Cigowong  
Sekitar pukul 8 pagi, pendakian dimulai melalui jalur Palutungan melalui basecamp untuk menuju
Cigowong dan melewati ladang-ladang. Penunjuk arah yang cukup jelas memudahkan pendaki untuk melakukan perjalanan. Sulitnya sumber air di Gunung tertinggi di Jawa Barat ini membuat stok air yang dibawa lebih banyak daripada pendakian sebelumnya. Jalanan yang cukup landai dengan track yang cukup bervariasi dan diawali dengan banyaknya ladang penduduk adalah jalur yang ditempuh pendaki untuk menuju Cigowong selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Begitu memasuki hutan, perjalanan disambut dengan semak-semak dengan hutan homogen pinus yang mendominasi. Suasana yang cukup teduh akibat rimbunnya pepohonan membuat pendakian kali ini terasa lebih menenangkan.



Suasana Cigowong yang luas dan cukup datar membuat lokasi ini tidak jarang menjadi pilihan untuk mendirikan tenda. Sumber air berupa sungai kecil di ketinggian 1450 Mdpl ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi ulang stok air, karena ini adalah sumber air terakhir yang bisa dimanfaatkan. Meski begitu, mata air yang sifatnya temporer bisa ditemukan, salah satunya di Goa Walet. Istirahat dan makan siang di Cigowong menjadi pilihan yang dilakukan kami sebelum akhirnya segera melanjutkan perjalanan kembali.

Baca selengkapnya, CLICK HERE

Comments