Media Lokal, Antara Eksistensi dan Kualitas


Media Lokal, Antara Eksistensi dan Kualitas
 *dimuat di depoklik pada 20 mei 2012

Kebebasan telah menjadi satu hal yang diusung demi terciptanya optimalisasi peran media di tengah masyarakat. Kebebasan untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi inilah yang tidak ditemukan pada saat rezim orde baru dimana restriksi (pembatasan) terlihat masih begitu kuat. Ini menjadi hal yang sangat ironis, seperti yang disebutkan Bimo Nugroho dalam bukunya Dead Media Society mengenai dasar kredibilitas pers adalah soal obyektivitas dan independensi. Hadirnya kebebasan itu membuat media semakin mampu berkembang, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa selalu ada tanggung jawab yang menyertai atas setiap kebebasan. Revolusi media semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada media cetak dan online yang berbasis nasional saja, kini perlahan media lokal pun tumbuh dan berhasil meraih tempat tersendiri di kalangan masyarakat.

Meski berada dalam lingkup yang tidak sebesar media nasional, tapi keberadaan media lokal tidak bisa disangsikan begitu saja. Perlahan media lokal ini mulai menunjukkan eksistensinya di tengah gempuran media besar lain yang juga mulai menjamur. Sekilas hal ini menarik, mengingat geliat kemunculan media lokal disambut hangat oleh banyak pihak. Lantas kalau sudah begini, kebangkitan seperti apa lagi yang diharapkan? Bukankah euforia media lokal sudah begitu besar secara kuantitas?
Baca selanjutnya -->> Klik di sini

Comments