WORDISME: Oase di tengah-tengah minimnya perhatian terhadap penulis-penulis muda

WORDISME: Oase di tengah-tengah minimnya perhatian terhadap penulis-penulis muda
Bayangkan betapa semaraknya ballroom yang diisi dengan lebih dari 300 orang di dalamnya, berbincang dalam naungan tema yang sama: MENULIS. Hmm, it’s sounds good. 
 
Ketika menulis tidak lagi menjadi sebuah keharusan, ketika menulis tengah menjadi rutinitas maka tidak ada lagi keterpaksaan di dalamnya. Menulis tidak hanya menjadi hobi semata terbukti dari semakin banyaknya orang yang terus mengembangkan karir dalam dunia kepenulisan. Alberthiene Endah bersama sekelompok penulis yang tergabung dalam WORDISME menggelar workshop menulis gratis yang diselenggarakan 19 November lalu. “Kami sadar workshop satu hari ini tidak mungkin membuat peserta bisa langsung menjadi penulis yang gemilang, tapi kami yakin bahwa hari ini kita semua akan mendapatkan pencerahan yang berbeda dari sebuah kegiatan menulis” tutur Alberthiene Endah di sela-sela kata sambutannya.

Peserta-peserta yang hadir dan memadati area ballroom sejak pukul delapan pagi ini menjalani lima sesi menarik yang tentunya sayang jika dilewatkan. Sebut saja, Jurnalisme pop, biografi, blog kreatif, novel/cerpen dan skenario. Para pembicara hadir menyajikan fakta menarik disertai pengalaman-pengalaman mereka selama bergelut di dunia kepenulisan. Reda Gaudiamo (Pemimpin Grup Majalah Wanita Gramedia) bersama Petty Fatimah (Pemimpin Redaksi Majalah Femina) sukses membuat para peserta menjadi semakin antusias dalam bidang Jurnalisme Pop.
Selengkapnya... klik di sini 

Comments