Pada Mulanya adalah Kata

PADA MULANYA ADALAH KATA...
(sebuah kata pengantar dalam skripsi)

Keberadaan saya di jurusan ini tidak lebih gelap dari pekat di penghujung malam, terjadi tanpa arah, tanpa panduan, tanpa tujuan. Di luar itu, saya hanya punya hasrat dan keinginan, hingga ketanpaarahan ini akhirnya terhantarkan pada sebuah berkas sinar. Inilah awal getaran saya pada filsafat, seperti rintik gerimis yang selalu lebih menenangkan daripada hujan. Seperti senja yang menoreh terlihat lebih eksotis daripada malam. Seperti saya yang lebih suka angka sembilan daripada gegap gempita angka sepuluh. Seperti itulah ketertarikan saya pada jurusan yang satu ini. Ada sesuatu yang menakjubkan, penuh tanda tanya, menyeruak dengan sejuta hasrat terberikan.

Terimakasih pada Tuhan yang selalu menyediakan tempat untuk berserah diri. Terimakasih telah menjadi candu bagi kehidupan saya. Semoga Tuhan tidak pernah tidur untuk selalu mendengarkan manusia yang selalu bernaung dalam ketidakpastian hidup. Terimakasih untuk Kakek yang selalu ingin melihat saya menggunakan ‘jubah wisuda’, katanya. Puluhan halaman berjilid rapi ini didedikasikan untuk kakek yang sudah lebih dulu dijemput malaikat sang pencabut nyawa, tepat di saat saya sedang bersiap untuk pra sidang. Semoga ini bisa menjadi penghantar yang manis di atas nisan yang masih basah itu. Untuk kedua orangtua saya yang akhirnya bisa tersenyum sesaat setelah menyaksikan anaknya menyelesaikan skripsi pada jurusan yang awalnya sempat diragukan ini. Terimakasih atas doa yang senantiasa terhantarkan dengan kebebasan yang begitu besar sehingga saya bisa memilih. Dicky Haris Hidayat (Abang, Geologist sekaligus iblis yang baik) orang yang telah menjebloskan saya ke dalam filsafat, terimakasih atas diskusi-diskusi menarik hingga otak saya tidak lantas menjadi beku. Ghina Ninditasari, adik yang selalu menjadi sebuah kebanggaan, semoga cepat menyandang gelar (Dr).

Baca selengkapnya.... Klik di sini

Comments