Bahu penopang lelap yang menidurkan pejam mata menjalin lelah malam itu... kamu


Bahu penopang lelap yang menidurkan pejam mata
menjalin lelah malam itu... Kamu

Saya sedang kembali jatuh cinta, Tuhan...
Pada dia yang menggenggam tangan ini ketika asa meragu tertuangi pinta yang tersaji.
saya kembali senang tersenyum senyum sendiri
menatap diri dalam bingkai raut wajah,
meski naungan itu perlahan terhasrati keping kasih pergolakan.
Saya menatap kamu dalam gurat lelah tersajikan,
namun tanya tidak lantas terhiasi karena temaram telah lekas datang
menyambut gemerlap peraduan sinar bulan.
kamu datang membawa hinggap padi dalam lumbung rasa pertautan jelaga cinta kasih.
genggaman tangan itu menyentuh relung
terbiaskan dentum pertolongan dalam ringkih langkah terhentikan...

Comments