Diperuntukkan bagi kamu yang sedang menanti kembalinya percik sinar milik insan sang pecinta kasih


Diperuntukkan bagi kamu yang sedang menanti kembalinya percik sinar milik insan sang pecinta kasih


Gemericik langkah menapak jemari kaki beralaskan hinggap rasa terpancarkan
Sinar yang ternaungi kasih terdahulu berniat kembali menghampiri
Menyingkap diri dengan segala perasaannya
Riak nadir nelangsa menipu rasa yang tertatih menepi dalam sukma jiwa tersaji
Dentum perpisahan menerobos bingkai kasih dalam rajut pertemuan
Terpahat nama dalam pusara symfoni cinta
Angin menepi dalam dahan menopang ranting
Bergeming tersalurkan dalam pancaran sinar yang kembali datang
Menjelma dalam balutan ego teratapi.
Mata ini singgah menepis terpaan sinar yang menjamah diri
Terbungkam dalam bisu merintih kelam
Namun tersadarkan diri bahwa tidak ada sinar lain yang mengisi relung jiwa terpilukan hati
Bias mata teralihkan dalam tutup mata terpedaya.
Hati yang tertutup sontak raga kasih peralihan
Menyeruak dalam tanya terdesak sinar kasih dalam hantar nada sapa terdahulu


Baca selanjutnya... klik di sini

Comments