Saya bahkan tidak pernah tahu apa-apa tentang itu

Saya bahkan tidak pernah tahu apa-apa tentang itu

Saya ingin berhenti menapak jalan dalam raga yang teraba pekat gulita memayungi. Saya ingin membenamkan kail menuju redup belati sukma, bahkan ketika alam raya menyeruak masuk dalam lepas tangis terlemparkan itu.. Saya mulai merasa muak dengan topeng yang menutupi wajah itu hingga tenggelam karenanya. Topeng penutup wajah milik Sang Ratu yang menyandarkan diri di atas bahu penuh pergelakkan. Buram itu terukir benar dalam wajah terderakan atap terkasihani. Pudar dalam nampak ketiadaan... Piris hati itu terkuatkan untuk kemudian merejang asa dalam nadir kebisuan... Diam tidak tertanyakan , menanti raga yang terlarut itu kembali dalam pijar lapuk kesetiaan...

Saya bahkan tidak pernah tahu apa-apa tentang itu... Tentang rasa milik sang pecinta kasih yang tertautkan hati pada degup jantung palsu penuh ringkih tak terperih... Tentang insan yang sedang ternaungi kasih di tepi rindu dalam sayup tawa senja kemarin sore... Tentang diri yang terhantui bisik dalam pilar hati terhempaskan... Tentang raga dari pinta hati seorang kekasih... Tentang wajah yang terpancarkan dalam hening bisu mendekap sukma... Saya bahkan tidak pernah tahu apa-apa tentang itu..

Baca selanjutnya. Klik di sini

Comments